Langkah Kedua Perbaikan Federasi Tinju USA
Cara Main Bola Online – Langkah Kedua Perbaikan Federasi Tinju USA. Hubungan federasi tinju AS, personal trainer, dengan para petinjunya. Misalnya saja dengan yang terjadi petinju kelas berat ringan AS, Marcus Browne. Browne yang sebelum bertanding di Olimpiade diunggulkan menyabet emas, ternyata flop dan kalah di babak pertama alias 32 besar.
Personal trainer Browne sebelum Olimpiade agen judi bola, Gary Stark Sr menyebutkan Browne adalah petinju yang memiliki pukulan kuat dan bergaya boxer. “Saya sungguh kaget saat menonton Browne bertarung. Dia hanya sesekali memukul dan menjauh dari lawan. Itu bukan gaya dia. Pelatih salah dalam memberi materi latihan,” tutur Stark.
Dalam kaca mata Stark, tinju AS salah kaprah dalam mengasah petinjunya. Stark menuding kalau tinju AS memperlakukan semua petinju yang turun di Olimpiade sebagai atlet tinju profesional. Padahal, membesut petinju amatir dengan pro sangat berbeda. Ibarat bumi dan langit.
“Pemain pro dididik untuk bertarung demi uang dan kejayaannya. Jadi dalam benaknya hanya ada kemenangan tanpa taktik tepat. Di kancah amatir, Anda butuh motivasi yang lebih tebal dibandingkan sekedar uang. Para pelatih itu tak menyadarinya pentingnya komunikasi personel,” ucap Stark.
Selain itu, gaya petinju AS yang sudah berdekade mendominasi sudah dibaca oleh para petinju Asia agen casino online, Eropa, serta Amerika Latin. “Semua benua sudah mengembangkan gaya bertarung sendiri-sendiri. Sedang AS” Tetap bertahan dengan gaya orthodox nya,” tutr Stark lagi.
Di sisi lain, sudah saatnya para alumnus petinju AS di level Olimpiade dilibatkan untuk turun membina petinju muda. Bukan sebagai pelatih, namun lebih kepada motivator. Misalnya saja Oscar De La Hoya, Sugar Leonard, dan Mark Breland.
“Siapa yang tak kenal De La Hoya” Kisahnya meraih emas di Olimpiade 1992 lalu menjadi juara dunia pada pertengahan “90-an sangatlah melegenda. Kisah itu dibutuhkan untuk menginspirasi para petinju muda,” sebut Bartkowski.
Meski secara prestasi tenggelam di Olimpiade ini, Bartkowski menyiratkan harapan untuk kembali berjaya empat tahun mendatang. Dua bulan mendatang atau sekitar Oktober, tinju AS akan mengumumkan siapa pelatih yang menangani tinju AS di Olimpiade 2016 mendatang.
“Usai Olimpaide 2012 ini mungkin kami dipandang sebelah mata dan tak dianggap oleh dunia tinju internasional agen judi online. Namun ingat, roda akan berputar. Empat tahun mendatang, saya berjanji tinju AS akan tampil dalam wajah yang berbeda dan meraih kejayaan kembali,” sumbar Bartkowski. Kita tunggu saja empat tahun lagi, apakah tinju AS berjaya atau kian terpuruk.


